Rabu, 21 Oktober 2015

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DAN PERMASALAHAN PERDAGANGAN MINYAK NILAM DI SUMATERA BARAT

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DAN PERMASALAHAN PERDAGANGAN MINYAK NILAM DI SUMATERA BARAT

Latar Belakang
Industri kecil minyak nilam di Sumatera Barat tersebar dibeberapa kabupaten yaitu Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok, Pesisir Selatan dan Padang. Namun perolehan dan mutu minyak nilam yang dihasilkan masih tergolong rendah kurang lebih sekitar 2% (warna minyak cokelat kehitaman). Walaupun usaha nilam rakyat terus berjalan, namun harga jual nilam saat ini belum stabil dan cenderung menurun. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya proses penyulingan. Warna minyak yang berwarna cokelat kehitaman disebabkan peralatan penyulingan yang digunakan terbuat dari drum bekas dengan kandungan Fe yang cukup tinggi, sehingga mudah terjadi oksidasi. Selain itu kualitas minyak nilam yang diperoleh dari beberapa industri kecil di Sumatera Barat yang dilakukan oleh rakyat perolehan minyak dan mutu masih rendah (belum memenuhi standar SNI).

Hal ini disebabkan karena pada umumnya petani nilam di Sumatera Barat kurang memperhatikan kondisi operasi seperti perlakuan terhadap bahan baku, proporsi batang dengan daun, cara penyulingan, jenis bahan alat suling yang dipakai dan penambahan air umpan ketel, serta sirkulasi pendinginan yang kurang memadai. Parameter yang mempengaruhi penyulingan antara lain kualitas daun (unggun), berat unggun, kepadatan dan tinggi unggun, perbandingan uap dan massa unggun, temperatur dan tekanan, kecepatan uap, kecepatan pemanasan, laju supplay energi, bahan dan dimensi peralatan.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
Bagaimana upaya untuk meningkatkan kualitas minyak nilam”
Permasalahan pada industri kecil minyak nilam”

Tujuan
Merujuk pada rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah “untuk meningkatkan kualitas minyak nilam pada industri kecil”.

Pembahasan Dan Hasil Jurnal


Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu atau kualitas minyak nilam pada industri kecil di Sumatera Barat. Pembahasan tersebut meliputi: upaya perbaikan kualitas minyak nilam yang diperoleh para petani minyak nilam, upaya perbaikan alat proses yang digunakan, pengembangannya serta identifikasi komponen-komponen penyusun minyak nilam dan permasalahan perdagangan industri kecil minyak nilam di Sumatera Barat.
  

Hasil Dari Upaya Perbaikan Kualitas Minyak Nilam Rakyat

kandungan Fe yang tinggi dapat dilakukan dengan cara flokulasi yang pada prinsipnya yaitu memberikan suatu flokulan (Chelating Agent) pada minyak nilam yang berwarna gelap guna mengikat logam yang terkandung di dalamnya. Flokulan yang digunakan yaitu asam tartarat. Proses flokulasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kecepatan pengadukan, jenis flokulan dan banyaknya flokulan yang ditambahkan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan konsentrat asam tartarat yang diberikan sebagai flokulan. Pemurnian yang dilakukan dengan cara flokulasi dapat menurunkan kadar besi yang semula terkandung 340,2 ppm, bisa turun menjadi 104,5 ppm dengan konsentrasi asam tartarat yang diberikan sekitar 0,5 M. Namun kadar Fe yang sangat tinggi dan menyebabkan warna minyak menjadi gelap. Dimana menurut SNI, Fe tidak diperolehkan ada. Selain itu Patchouli alkohol dan indek bias berada di bawah standar.

Dengan melakukan penambahan asam tartarat, hal ini dapat mengurangi kadar Fe dalam minyak nilam. Hal ini terjadi karena asam tartarat bereaksi dengan Fe membentuk ion komplek yang terlihat sebagai endapan putih. Bertambahnya konsentrasi asam tartarat, maka penurunan kadar Fe dalam minyak semakin besar. Patchouli alkohol merupakan komponen yang terbesar dalam penyusunan minyak nilam, yaitu sekitar 30-60%. Untuk konsentrasi 0,1 M kandungan Patchouli alkohol minyak nilam naik dari 24,88% menjadi 40,4 dan pada 0,5 M naik lagi menjadi 42,83%.

Hasil Dari Upaya Perbaikan Teknologi Proses Dan Pengembangnya

Parameter-parameter yang harus diperhatikan pada penyulingan minyak nilam adalah teknik penyulingan, lama penyulingan, kerapatan bahan dalam tangki penyulingan dan perbandingan massa daun dan batang nilam. Teknik penyulingan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas perolehan minyak. Lama penyulingan adalah parameter operasi yang terkait dengan jumlah perolehan minyak, sifat-sifat fisiko kimia minyak dan kadar Patchouli alkohol. Selama ini para petani nilam kurang memperhatikan teknik penyulingan. Kerapatan bahan dalam tangki penyulingan mempengaruhi kecepatan penyulingan. Kerapatan yang terlalu kecil atau besar akan memberikan persentasi perolehan minyak yang rendah. Perbandingan pengaruh kerapatan unggun terhadap persentase perolehan (yield) minyak nilam.

penelitian penyulingan yang dikendalikan dan penyulingan industri rakyat menunjukkankan bahwa kerapatan 0,130 kg/liter memberikan % yield yang maksimum (optimum) untuk berbagai
kondisi. Dan jika dilihat dari industri rakyat ternyata kerapatan unggun dalam ketel suling yang dilakukan juga berkisar antara 0,115 hingga 0,145 kg/liter. Sehingga dapat disimpulkan kerapatan optimum unggun dalam ketel suling sebaiknya sekitar 0,130 kg/liter. Perbandingan optimum antara daun dan batang pada campuran bahan yang disuling adalah 2 : 1.

Dari hasil penelitian, dengan melakukan proses penyulingan uap dan mengganti material yang mengandung Fe dengan bahan stainless steel, dapat meningkatkan perolehan minyak nilam dan kualitaspun semakin baik dan memenuhi SNI. Dalam proses penyulingan uap juga dilakukan modifikasi distributor uap dalam ketel suling, sehingga distribusi uap didalam unggun daun nilam lebih merata. Modifikasi distributor secara radial dan vertikal, dapat menghasilkan minyak nilam ± 4 % dan minyak yang berwarna kuning terang.


Hasil Dari Upaya Pengidentifikasian Komponen Penyusun Minyak Nilam


Adanya perbaikan proses dan perlakuan awal terhadap bahan yang hendak disuling, dapat meningkatkan kadar PA yang menjadi 40 – 42 %. konsentrasi patchouli alkohol dalam minyak
nilam industri rakyat dikumpulkan sepanjang waktu penyulingan adalah sekitar 23%, sedangkan pada penelitian yang dilakukan dengan proses yang terkendali diperoleh sekitar 40%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya penelitian yang proses dan bahan baku yang dikerjakan sesuai kriteria penyulingan dapat menghasilkan minyak nilam yang berkualitas tinggi.

Komponen PA yang tertinggi berada pada jam ke lima dan yang terendah berada pada jam pertama. Hal ini diperkirakan pada jam pertama minyak yang mengandung komponen-komponen ringan terlebih dahulu keluar dan berikutnya dilanjutkan dengan komponen-komponen berat yang merupakan golongan sesquiterpen dengan berat molekul yang tinggi. Salah satu dari senyawa-senyawa tersebut adalah Patchouli alcohol. Sedangkan dari penelitian yang dikendalikan, konsentrasi komponen minyak nilam yang diperoleh setiap jam penyulingan. komponen PA yang tertinggi juga berada pada jam kelima dan yang terendah berada pada jam pertama. Pada dasarnya, patchouli alkohol yang diperoleh dari jam ke jam sama-sama meningkat untuk penyulingan yang dikendalikan.


Permasalahan Perdagangan Minyak Nilam

Permasalahan yang terjadi dilapangan adalah harga jual minyak nilam rakyat berbeda-beda. Karena yang terjadi selama ini perdagangan minyak nilam adalah pedagang eksportir perorangan yang membeli miyak nilam rakyat dengan harga yang ditentukan perusahaan itu sendiri. Pembelian minyak nilam rakyat tersebut tanpa memandang kualitas yang dihasilkan. Berdasarkan pengalaman, walaupun minyak yang dijual itu berkualitas baik namun harga tetap sama dengan minyak yang berkualitas rendah. Selain itu jika ada 2 kualitas minyak yang berbeda, maka pedagang tersebut akan mencampurnya menjadi satu. Selain itu juga terjadi monopoli perdagangan. Hal inilah yang menyebabkan para petani minyak nilam akan enggan mengikuti upaya-upaya dalam peningkatan kualitas minyak nilam.

   
Peluang Penelitian Selanjutnya


Untuk penelitian yang pertama mengidentifikasi kadaluarsa dari minyak nilam tersebut. Apakah dalam 1 tahun dan seterusnya akan berubah atau tidak kualitas dari minyak nilam dari Sumatera Barat. Untuk penelitian yang kedua memperbaiki sistem dari hasil minyak nilam rakyat. Memilah atau menyortir hasil dari minyak nilam dari kualitas terendah, menengah hingga yang paling unggul agar konsumen tidak tertipu dengan kualitas minyak nilam di Sumatera Barat.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar