UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DAN PERMASALAHAN PERDAGANGAN MINYAK NILAM DI SUMATERA BARAT
Latar
Belakang
Industri
kecil minyak nilam di Sumatera Barat tersebar dibeberapa kabupaten yaitu
Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok, Pesisir Selatan dan Padang. Namun perolehan
dan mutu minyak nilam yang dihasilkan masih tergolong rendah kurang lebih
sekitar 2% (warna minyak cokelat kehitaman). Walaupun usaha nilam rakyat terus
berjalan, namun harga jual nilam saat ini belum stabil dan cenderung menurun.
Hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya proses penyulingan. Warna
minyak yang berwarna cokelat kehitaman disebabkan peralatan penyulingan yang
digunakan terbuat dari drum bekas dengan kandungan Fe yang cukup tinggi,
sehingga mudah terjadi oksidasi. Selain itu kualitas minyak nilam yang diperoleh
dari beberapa industri kecil di Sumatera Barat yang dilakukan oleh rakyat
perolehan minyak dan mutu masih rendah (belum memenuhi standar SNI).
Hal ini
disebabkan karena pada umumnya petani nilam di Sumatera Barat kurang
memperhatikan kondisi operasi seperti perlakuan terhadap bahan baku, proporsi
batang dengan daun, cara penyulingan, jenis bahan alat suling yang dipakai dan
penambahan air umpan ketel, serta sirkulasi pendinginan yang kurang memadai. Parameter
yang mempengaruhi penyulingan antara lain kualitas daun (unggun), berat unggun,
kepadatan dan tinggi unggun, perbandingan uap dan massa unggun, temperatur dan
tekanan, kecepatan uap, kecepatan pemanasan, laju supplay energi, bahan dan
dimensi peralatan.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
“Bagaimana
upaya untuk meningkatkan kualitas minyak nilam”
“Permasalahan
pada industri kecil minyak nilam”
Tujuan
Merujuk pada
rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini
adalah “untuk meningkatkan kualitas minyak nilam pada industri kecil”.
Pembahasan Dan
Hasil Jurnal
Beberapa
upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan mutu atau kualitas minyak nilam
pada industri kecil di Sumatera Barat. Pembahasan tersebut meliputi: upaya
perbaikan kualitas minyak nilam yang diperoleh para petani minyak nilam, upaya
perbaikan alat proses yang digunakan, pengembangannya serta identifikasi
komponen-komponen penyusun minyak nilam dan permasalahan perdagangan industri
kecil minyak nilam di Sumatera Barat.
Hasil Dari
Upaya Perbaikan Kualitas Minyak Nilam Rakyat
kandungan Fe
yang tinggi dapat dilakukan dengan cara flokulasi yang pada prinsipnya yaitu
memberikan suatu flokulan (Chelating Agent) pada minyak nilam yang berwarna
gelap guna mengikat logam yang terkandung di dalamnya. Flokulan yang digunakan
yaitu asam tartarat. Proses flokulasi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara
lain kecepatan pengadukan, jenis flokulan dan banyaknya flokulan yang
ditambahkan. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan konsentrat asam tartarat
yang diberikan sebagai flokulan. Pemurnian yang dilakukan dengan cara flokulasi
dapat menurunkan kadar besi yang semula terkandung 340,2 ppm, bisa turun
menjadi 104,5 ppm dengan konsentrasi asam tartarat yang diberikan sekitar 0,5 M.
Namun kadar Fe yang sangat tinggi dan menyebabkan warna minyak menjadi gelap.
Dimana menurut SNI, Fe tidak diperolehkan ada. Selain itu Patchouli alkohol dan
indek bias berada di bawah standar.
Dengan
melakukan penambahan asam tartarat, hal ini dapat mengurangi kadar Fe dalam
minyak nilam. Hal ini terjadi karena asam tartarat bereaksi dengan Fe membentuk
ion komplek yang terlihat sebagai endapan putih. Bertambahnya konsentrasi asam
tartarat, maka penurunan kadar Fe dalam minyak semakin besar. Patchouli alkohol
merupakan komponen yang terbesar dalam penyusunan minyak nilam, yaitu sekitar
30-60%. Untuk konsentrasi 0,1 M kandungan Patchouli alkohol minyak nilam naik
dari 24,88% menjadi 40,4 dan pada 0,5 M naik lagi menjadi 42,83%.
Hasil Dari
Upaya Perbaikan Teknologi Proses Dan Pengembangnya
Parameter-parameter yang harus
diperhatikan pada penyulingan minyak nilam adalah teknik penyulingan, lama
penyulingan, kerapatan bahan dalam tangki penyulingan dan perbandingan massa
daun dan batang nilam. Teknik penyulingan sangat mempengaruhi kualitas dan
kuantitas perolehan minyak. Lama penyulingan adalah parameter operasi yang
terkait dengan jumlah perolehan minyak, sifat-sifat fisiko kimia minyak dan
kadar Patchouli alkohol. Selama ini para petani nilam kurang memperhatikan
teknik penyulingan. Kerapatan bahan dalam tangki penyulingan mempengaruhi
kecepatan penyulingan. Kerapatan yang terlalu kecil atau besar akan memberikan
persentasi perolehan minyak yang rendah. Perbandingan pengaruh kerapatan unggun
terhadap persentase perolehan (yield) minyak nilam.
penelitian penyulingan yang dikendalikan
dan penyulingan industri rakyat menunjukkankan bahwa kerapatan 0,130 kg/liter
memberikan % yield yang maksimum (optimum) untuk berbagai
kondisi. Dan jika dilihat dari
industri rakyat ternyata kerapatan unggun dalam ketel suling yang dilakukan
juga berkisar antara 0,115 hingga 0,145 kg/liter. Sehingga dapat disimpulkan
kerapatan optimum unggun dalam ketel suling sebaiknya sekitar 0,130 kg/liter.
Perbandingan optimum antara daun dan batang pada campuran bahan yang disuling
adalah 2 : 1.
Dari hasil penelitian, dengan
melakukan proses penyulingan uap dan mengganti material yang mengandung Fe
dengan bahan stainless steel, dapat meningkatkan perolehan minyak nilam dan
kualitaspun semakin baik dan memenuhi SNI. Dalam proses penyulingan uap juga
dilakukan modifikasi distributor uap dalam ketel suling, sehingga distribusi
uap didalam unggun daun nilam lebih merata. Modifikasi distributor secara
radial dan vertikal, dapat menghasilkan minyak nilam ± 4 % dan minyak yang
berwarna kuning terang.
Hasil Dari Upaya
Pengidentifikasian Komponen Penyusun Minyak Nilam
Adanya perbaikan proses dan
perlakuan awal terhadap bahan yang hendak disuling, dapat meningkatkan kadar PA
yang menjadi 40 – 42 %. konsentrasi patchouli alkohol dalam minyak
nilam industri rakyat dikumpulkan
sepanjang waktu penyulingan adalah sekitar 23%, sedangkan pada penelitian yang
dilakukan dengan proses yang terkendali diperoleh sekitar 40%. Hal ini
menunjukkan bahwa dengan adanya penelitian yang proses dan bahan baku yang
dikerjakan sesuai kriteria penyulingan dapat menghasilkan minyak nilam yang
berkualitas tinggi.
Komponen PA yang tertinggi berada
pada jam ke lima dan yang terendah berada pada jam pertama. Hal ini
diperkirakan pada jam pertama minyak yang mengandung komponen-komponen ringan
terlebih dahulu keluar dan berikutnya dilanjutkan dengan komponen-komponen
berat yang merupakan golongan sesquiterpen dengan berat molekul yang tinggi.
Salah satu dari senyawa-senyawa tersebut adalah Patchouli alcohol. Sedangkan
dari penelitian yang dikendalikan, konsentrasi komponen minyak nilam yang
diperoleh setiap jam penyulingan. komponen PA yang tertinggi juga berada pada
jam kelima dan yang terendah berada pada jam pertama. Pada dasarnya, patchouli
alkohol yang diperoleh dari jam ke jam sama-sama meningkat untuk penyulingan
yang dikendalikan.
Permasalahan
Perdagangan Minyak Nilam
Permasalahan yang terjadi dilapangan adalah harga jual
minyak nilam rakyat berbeda-beda. Karena yang terjadi selama ini perdagangan
minyak nilam adalah pedagang eksportir perorangan yang membeli miyak nilam rakyat
dengan harga yang ditentukan perusahaan itu sendiri. Pembelian minyak nilam
rakyat tersebut tanpa memandang kualitas yang dihasilkan. Berdasarkan
pengalaman, walaupun minyak yang dijual itu berkualitas baik namun harga tetap
sama dengan minyak yang berkualitas rendah. Selain itu jika ada 2 kualitas
minyak yang berbeda, maka pedagang tersebut akan mencampurnya menjadi satu.
Selain itu juga terjadi monopoli perdagangan. Hal inilah yang menyebabkan para
petani minyak nilam akan enggan mengikuti upaya-upaya dalam peningkatan kualitas
minyak nilam.
Peluang Penelitian
Selanjutnya
Untuk penelitian
yang pertama mengidentifikasi kadaluarsa dari minyak nilam tersebut. Apakah dalam
1 tahun dan seterusnya akan berubah atau tidak kualitas dari minyak nilam dari
Sumatera Barat. Untuk penelitian yang kedua memperbaiki sistem dari hasil
minyak nilam rakyat. Memilah atau menyortir hasil dari minyak nilam dari
kualitas terendah, menengah hingga yang paling unggul agar konsumen tidak
tertipu dengan kualitas minyak nilam di Sumatera Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar