LATAR BELAKANG
Banyak pemborosan yang terjadi di perusahaan tanpa disadari oleh pelakunya. Selama ini perusahaan merasakan adanya pemborosan yang sering terjadi. Tetapi perusahaan jarang melakukan pengukuran. Padahal, pemborosan sangat berpotensi mengurangi efisiensi perusahaan. Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dan mereduksi pemborosan tersebut sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Proses Produksi
Pada proses produksi perubahan dari log kayu menjadi komponen (yang akan di assembly untuk menjadi meubel). Proses produksi ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pada proses pembuatan log kayu menjadi papan kayu dengan menggunakan mesin swanmil, menggunakan mesin ricksaw adalah proses pembuatan papan kayu menjadi komponen setengah jadi dan yang terakhir menggunakan mesin radial adalah proses pembuatan komponen setengah jadi menjadi komponen jadi. Pada setiap tahapan proses terdapat quality control yang bertugas untuk mengecek hasil dari proses produksi dengan tujuan untuk menjaga kualitas meubel. Contohnya pada saat pemotongan kayu dari log hingga menjadi komponen jadi.
2. Penerapan Lean Manufacturing Value Stream Mapping
Pada Value Stream Mapping terlihat adanya beban kerja yang tidak seimbang pada tiap proses kerja, terutama pada mesin sawmill yang hanya terdiri dari 2 mesin dan memiliki waktu pemrosesan yang paling lama. Ketidak seimbangan aliran proses dapat diatasi dengan cara lantai produksi membuat persediaan work in process berupa papan kayu.
3. The 7 Waste (Jenis Pemborosan Yang Terjadi)
Untuk mengurangi waste pada proses correction waste, dengan menerapkan system quality control yang berfungsi untuk menyingkirkan material yang cacat (cacat material dan cacat proses) yaitu:
3.1 Overproduction Waste
Dalam proses produksi CV Citra Jepara tidak terjadi overproduction waste karena produk yang dikerjakan dianalisa terlebih dahulu oleh bagian produksi.
3.2 Movement Of Material Waste
Jenis alat bantu seperti Forklift, Platform Truck dan Handlift Truck digunakan untuk memudahkan memindahkan material sehingga mendapatkan waktu yang relative singkat.
3.3 Motion Waste
Para pekerja yang ada pada CV Citra Jepara memiliki jobdesk masing-masing sehingga pergerakan yang terjadi tidak mengakibatkan motion waste.
3.4 Waiting Waste
Pada proses produksi ini intinya untuk mengurangi jumlah mesin yang tidak sama. Ini terbukti dengan dengan sedikitnya material yang menunggu untuk proses selanjutnya dan kesesuaian beban kerja.
3.5 Inventory Waste
Karena adanya faktor alam dan perijinan perusahan menerapkan kebijakan safety stock untuk mencegah terjadinya stock out atas permintaan konsumen.
3.6 Processing Waste
Untuk memenuhi permintaan dari bagian produksi, menggunakan bahan acuan pemenuhan produk digunakan RKK (Rencana Realisasi Komponen) yang berisi jumlah dan spesifikasi produk.
4. Sustainable Manufacturing
Sustainable Manufacturing memiliki tiga pilar pendukung. Makna sustainable sendiri berarti berkelanjutan dimana satu proses berlanjut pada proses-proses berikutnya dimana proses sebelumnya akan mempengaruhi proses selanjutnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Entitas yang ada dalam proses produksi pada CV Citra Jepara dimulai dari input, proses dan output. Contohnya dimulai dari pengiriman log kayu oleh supplier, inventory dan material handling. Sustainable memiliki beberapa alternatif yaitu:
- Mengurangi penggunaan bahan utama yang tidak berkelanjutan dengan penggunaan bahan pengganti yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan.
- Mengoptimalkan penggunaan energi selama (logistik, proses produksi dan distribusi).
- Menurunkan tingkat waste dari proses produksi dengan meningkatkan efisiensi proses produksi.
- Meningkatkan kualitas produk untuk memperpanjang masa pemakaian produk dan mudah terurai oleh alam.
- Meningkatkan servis produk untuk pemanfaatan produk yang lama sehingga tidak menimbulkan perilaku konsumtif pada konsumen.
- Memperhatikan keamanan dan kesehatan dari para pekerja.
- Mengoptimalkan penggunaan satu kawasan industri untuk penghematan biaya dan kemudahan dalam pengelolaan limbah.
- Meningkatkan peran serta perusahaan dan pemerintah dalam upaya menciptakan Sustainable Manufacturing.
- Menggalakan inovasi dalam dunia industri.
Berikut ini merupakan tindakan sustainable pada CV Mitra Jepara untuk mengurangi sampah yang dibuang dan memaksimalkan material yang ada seperti
- Down Size adalah penurunan ukuran komponen yang diproduksi akibat cacat komponen yang reject kegunaannya untuk menurunkan ukuran komponen menjadi komponen yang lebih kecil sehingga meminimalkan material yang akan dibuang.
- Finger Joint merupakan desain dengan menyusun komponen-komponen kecil yang dapat disusun untuk menjadi komponen yang lebih besar. penerapan desain finger joint dapat meminimalkan material yang dibuang.
- Press merupakan proses bubuk serpihan kayu dengan di press sehingga dapat digunakan untuk menjadi bagian yang dapat digunakan kembali seperti cinderamata.
PELUANG PENELITIAN SELANJUTNYA
Untuk penelitian yang pertama pihak perusahaan harus memikirkan akibat dari kebisingan suara mesin dan pada saat proses produksi. Karena dapat kita ketahui bahwa kebisingan juga merupakan polusi yang berpengaruh kurang baik terhadap lingkungan dan manusia. Untuk penilitian yang kedua pihak perusahaan juga harus memikirkan kelestarian hutan. Karena hutan di indonesia ini semakin lama semakin gundul dan tidak memproduksi secara berlebihan untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.
Nama Penulis: Darminto Pujotomo, Raditya Armanda
Judul Jurnal: Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mereduksi Waste Di Industri Skala UKM
Tahun Terbit: September 2011