Sabtu, 26 Desember 2015

PENERAPAN LEAN MANUFACTURING UNTUK MEREDUKSI WASTE DI INDUSTRI SKALA UKM


LATAR BELAKANG
Banyak pemborosan yang terjadi di perusahaan tanpa disadari oleh pelakunya. Selama ini perusahaan merasakan adanya pemborosan yang sering terjadi. Tetapi perusahaan jarang melakukan pengukuran. Padahal, pemborosan sangat berpotensi mengurangi efisiensi perusahaan. Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi pemborosan yang terjadi dan mereduksi pemborosan tersebut sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi. 

HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Proses Produksi
Pada proses produksi perubahan dari log kayu menjadi komponen (yang akan di assembly untuk menjadi meubel). Proses produksi ini terdiri dari beberapa tahap yaitu pada proses pembuatan log kayu menjadi papan kayu dengan menggunakan mesin swanmil, menggunakan mesin ricksaw adalah proses pembuatan papan kayu menjadi komponen setengah jadi dan yang terakhir menggunakan mesin radial adalah proses pembuatan komponen setengah jadi menjadi komponen jadi. Pada setiap tahapan proses terdapat quality control yang bertugas untuk mengecek hasil dari proses produksi dengan tujuan untuk menjaga kualitas meubel. Contohnya pada saat pemotongan kayu dari log hingga menjadi komponen jadi.
2. Penerapan Lean Manufacturing Value Stream Mapping
Pada Value Stream Mapping terlihat adanya beban kerja yang tidak seimbang pada tiap proses kerja, terutama pada mesin sawmill yang hanya terdiri dari 2 mesin dan memiliki waktu pemrosesan yang paling lama. Ketidak seimbangan aliran proses dapat diatasi dengan cara lantai produksi membuat persediaan work in process berupa papan kayu.
3. The 7 Waste (Jenis Pemborosan Yang Terjadi)
Untuk mengurangi waste pada proses correction waste, dengan menerapkan system quality control yang berfungsi untuk menyingkirkan material yang cacat (cacat material dan cacat proses) yaitu:
3.1 Overproduction Waste
Dalam proses produksi CV Citra Jepara tidak terjadi overproduction waste karena produk yang dikerjakan dianalisa terlebih dahulu oleh bagian produksi.
3.2 Movement Of Material Waste
Jenis alat bantu seperti Forklift, Platform Truck dan Handlift Truck digunakan untuk memudahkan memindahkan material sehingga mendapatkan waktu yang relative singkat.
3.3 Motion Waste
Para pekerja yang ada pada CV Citra Jepara memiliki jobdesk masing-masing sehingga pergerakan yang terjadi tidak mengakibatkan motion waste.
3.4 Waiting Waste
Pada proses produksi ini intinya untuk mengurangi jumlah mesin yang tidak sama. Ini terbukti dengan dengan sedikitnya material yang menunggu untuk proses selanjutnya dan kesesuaian beban kerja.
3.5 Inventory Waste
Karena adanya faktor alam dan perijinan perusahan menerapkan kebijakan safety stock untuk mencegah terjadinya stock out atas permintaan konsumen.
3.6 Processing Waste
Untuk memenuhi permintaan dari bagian produksi, menggunakan bahan acuan pemenuhan produk digunakan RKK (Rencana Realisasi Komponen) yang berisi jumlah dan spesifikasi produk.
4. Sustainable Manufacturing
Sustainable Manufacturing memiliki tiga pilar pendukung. Makna sustainable sendiri berarti berkelanjutan dimana satu proses berlanjut pada proses-proses berikutnya dimana proses sebelumnya akan mempengaruhi proses selanjutnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Entitas yang ada dalam proses produksi pada CV Citra Jepara dimulai dari input, proses dan output. Contohnya dimulai dari pengiriman log kayu oleh supplier, inventory dan material handling. Sustainable memiliki beberapa alternatif yaitu:
  • Mengurangi penggunaan bahan utama yang tidak berkelanjutan dengan penggunaan bahan pengganti yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan.
  • Mengoptimalkan penggunaan energi selama (logistik, proses produksi dan distribusi).
  • Menurunkan tingkat waste dari proses produksi dengan meningkatkan efisiensi proses produksi.
  • Meningkatkan kualitas produk untuk memperpanjang masa pemakaian produk dan mudah terurai oleh alam.
  • Meningkatkan servis produk untuk pemanfaatan produk yang lama sehingga tidak menimbulkan perilaku konsumtif pada konsumen.
  • Memperhatikan keamanan dan kesehatan dari para pekerja.
  • Mengoptimalkan penggunaan satu kawasan industri untuk penghematan biaya dan kemudahan dalam pengelolaan limbah.
  • Meningkatkan peran serta perusahaan dan pemerintah dalam upaya menciptakan Sustainable Manufacturing.
  • Menggalakan inovasi dalam dunia industri.
Berikut ini merupakan tindakan sustainable pada CV Mitra Jepara untuk mengurangi sampah yang dibuang dan memaksimalkan material yang ada seperti
  • Down Size adalah penurunan ukuran komponen yang diproduksi akibat cacat komponen yang reject kegunaannya untuk menurunkan ukuran komponen menjadi komponen yang lebih kecil sehingga meminimalkan material yang akan dibuang.

  • Finger Joint merupakan desain dengan menyusun komponen-komponen kecil yang dapat disusun untuk menjadi komponen yang lebih besar. penerapan desain finger joint dapat meminimalkan material yang dibuang. 
  • Press merupakan proses bubuk serpihan kayu dengan di press sehingga dapat digunakan untuk menjadi bagian yang dapat digunakan kembali seperti cinderamata.

PELUANG PENELITIAN SELANJUTNYA
Untuk penelitian yang pertama pihak perusahaan harus memikirkan akibat dari kebisingan suara mesin dan pada saat proses produksi. Karena dapat kita ketahui bahwa kebisingan juga merupakan polusi yang berpengaruh kurang baik terhadap lingkungan dan manusia. Untuk penilitian yang kedua pihak perusahaan juga harus memikirkan kelestarian hutan. Karena hutan di indonesia ini semakin lama semakin gundul dan tidak memproduksi secara berlebihan untuk mencegah terjadinya bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.

Nama Penulis: Darminto Pujotomo, Raditya Armanda
Judul Jurnal: Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mereduksi Waste Di Industri Skala UKM
Tahun Terbit: September 2011
 
              

Jumat, 25 Desember 2015

POLUSI UDARA DI KOTA BESAR

A. LATAR BELAKANG
polusi udara kian hari semakin meningkat, ini sangat memprihatinkan mengingat pencemaran adalah hal yang sangat membahayakan bagi kelangsungan makhluk hidup dan lingkungannya. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain.

B. PENCEMARAN UDARA BERBENTUK GAS
Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan.

C. PENCEMARAN UDARA BERBENTUK CAIR DAN PADAT
Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhirup ke dalam paru-paru. Partikel dalam bentuk padat dapat berupa: debu  atau abu vulkanik yang dapat
mengganggu kesehatan manusia.

D. PENYEBAB POLUSI UDARA
Penyebab utama pencemaran udara di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.  Berikut ini adalah penyebab dari polusi udara yaitu:
1. Pabrik - Pabrik Industri 
Pabrik industri bahan bakunya banyak menggunakan zat-zat kimia organik maupun anorganik. Sebagai hasi pengelolaannya selain menghasilkan produk-produk yang berguna bagi kepentingan hidup manusia juga dikeluarkan produk-produk yang tidak berguna malahan dapat berupa racun. Produk-produk yang tidak berguna ini jelas akan dibuang dan bisa merusak lingkungan.
2. Pembakaran Sampah Rumah Tangga
Pada umumnya masyarakat membakar sampah dengan cara sembarangan/asal-asalan, sehingga suplai oksigen untuk menghasilkan CO2  hanya ada pada permukaan tumpukan sampah saja. Sementara  itu bagian dalam, karena kekurangan suplai O2 maka akan menghasilkan karbonmonoksida. Asap karbon monoksida  mampu membunuh orang karena bila terhirup karena menggangu fungsi kerja hemoglobin yang semestinya mengangkut dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Tubuh akan kekurangan O2 dan menimbulkan kematian (CO).
3. Asap Kendaraan
Lalu lintas kini makin padat oleh kendaraan, alhasil polusi udara makin meningkat,kita seolah dipaksa untuk menghirupnya,padahal kualitas udara sangat mempengaruhi  kesehatan kita. Semua kendaraan yang memakai bensin dan solar akan mengeluarkan gas CO, Nitrogen Oksida, blerang dioksida dan partikel-partikel lain. Unsur-unsur ini bila mencapai kuantum tertentu dapat menjadi racun bagi manusia atau hewan. Contohnya gas CO merupakan racun bagi fugnsi-fungsi darah, SO2 dapat menimbulkan penyakit sistem pernapasan.

E. DAMPAK POLUSI UDARA
1. Dampak Dari Polusi Udara Pada Kesehatan 
Untuk dampak pada kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.
2. Dampak Dari Polusi Udara Pada Tanaman
Untuk dampak terhadap tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam.
3. Dampak Dari Polusi Udara Pada Manusia
Dampak dari polusi udara kepada manusia yaitu terganggunya fungsi reproduksi, stres, penurunan tingkat produktivitas, kesehatan, penurunan kemampuan mental anak-anak dan penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.

F. CARA MENGATASI POLUSI UDARA
Menanam dan merawat tumbuhan di lingkungan sekitar kita.
Menggunakan Kendaraan yg ramah Lingkungan seperti sepeda,dokar, becak.
Melakukan gerakan program pemerintah
1. PROGRAM LANGIT BIRU yang direcanangkan sejak Agustus 1996.Tujuannya untuk meningkatkan kualitas udara yang telah tercemar, misalnya dengan melakukan uji emisi kendaraan bermotor.
2. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri/ pabrik.
3. Membatasi beroperasinya mobil dan mesin pembakar yang sudah tua dan tidak layak pakai.
4. Larangan menggunakan gas CFC.
5. Menetapkan undang-undang dan hukum tentang pelaksanaan perlindungan lapisan ozon sebagai mana yang di sebutkan Dalam Undang-undang No.32 Tahun 2009.

KESIMPULAN
Kita dapat menyimpulkan betapa bahayanya pencemaran udara bagi kesehatan manusia, disamping itu bahaya atau dampak terhadap bumi seperti contohnya penipisan ozon dan pemanasan global (global warming),perlu kesadaran yang tinggi untuk mengurangi pencemaran udara di bumi kita.

 



 



 

Rabu, 16 Desember 2015

PENCEMARAN AIR DAN SIFAT AIR TERCEMAR

A. Pencemaran Air
Pencemaran air adalah masuknya zat yang menyebabkan kualitas air menurun ke tingkat tertentu sehingga air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Menurut data dari WHO 3,4 juta kematian prematur setiap tahun dari penyakit yang ditularkan melalui air diantaranya sebanyak 1,9 juta melaui penyakit diare. berikut ini adalah contoh sumber pencemaran air yaitu: 
  • Limbah Industri
  • Limbah Domestik
  • Kebocoran Kapal Tangker
  • Peracunan Ikan
Akibat dari pencemaran air, maka akan timbul suatu masalah baru seperti racun, radiokatif dan panas dapat membunuh biota air dan polutan yang banyak menggunakan O2 membuat air menjadi keruh dan bau busuk. Logam seperti Hg Pb Ni dapat merusak organ tubuh manusia dan menimbulkan kanker. Bila manusia mengkonsumsi air tercemar bisa sakit atau meninggal dunia. Berikut ini adalah jenis-jenis zat pencemaran air diantaranya:
1. Zat Pengikat Oksigen
Mikrooganisme dari sisa makanan, pembuangan kotoran, limpasan pertanian, dan pabrik kertas yang dapat mengikat oksigen di dalam air. Contohnya dari pupuk kandang dan residu tumbuhan. 
2. Zat Radioaktif
Sisa zat radioaktif bisa saja terdapat pada air. Misalkan, yang bersumber dari pembangkit listrik, produksi senjata, sumber alamiah, penambangan dan pengelolaan mineral. Contohnya dari thorium, uranium, cesium, iodine dan radon. Zat radioaktif ini dapat menimbulkan gangguan pembelahan sel, dan kerusakan sel tubuh.
3. Zat Organik
Memiliki toksisitas yang tinggi dan sangat bahaya apabila air tercemar zat organik. Sumber zat organik bisa berasal dari pertanian, industri dan pertanian. Contohnya dari pestisida, plastik minyak, bensin dan deterjen. 
4. Zat Anorganik
Senyawa logam (Ni, Pb, Hg) tercemar sedikit dalam air sudah berbahaya. Bisa mengubah nilai pH air. Sumber zat anorganik ini bisa berasal dari air limbah industri, bahan pembersih rumah tangga dan air limpahan. Contohnya dari asam, basa dan logam.
5. Sedimen
Sumber pencemaran ini bisa melalui erosi daratan dan banjir. Tanah dan pasir atau lumpur pada air menimbulkan kekeruhan yang dapat mengganggu proses fotosintesis dalam air.
6. Energi Panas
Pembuangan limbah yang mengandung panas dapat menaikan suhu. Air panas menghambat masuknya O2. Sumber pencemaran ini bisa terjadi pada pembangkit listrik dan air pendingin industri, contohnya panas.
7. Unsur Hara dan Nutrisi
Bersumber dari pupuk pertanian, pembuangan limbah dan pupuk. Menimbukan bau pada air dan tumbuh bakteri dan ganggang, contohnya nitrat, fosfat dan amonium.

B. Sifat Air Tercemar
Sifat air tercemar dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. pH
  • Kondisi normal : 6 – 8
  • Tercemar : alkalinitas : > 8 (kapur)
  • Keasaman : < 6 (zat zat organik)
  • Alat : kertas indikator pH dan alat pH meter
2. Suhu
Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung dibuang ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya. Air dari hasil pendinginan mesin pabrik (panas dari mesin).
Alat : termometer
3. Warna, Bau dan Rasa
  • Warna: Air yang jernih belum tentu tidak beracun. Zat berbahaya tidak menimbulkan warna jika larut dalam air
  • Bau: Apabila air berbau sudah dipastikan air tersebut tercemar.
  • Rasa: Bila air berasa terjadi penambahan zat dalam air dan mengubah nilai pH air.
4. Jumlah Padatan
TDS dan TSS besar akan mempengaruh proses Fotosintesis, sehingga O2 terlarut sedikit.
5. COD
singkatan dari Chemical Oxygen Demand, atau kebutuhan oksigen kimia untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air.
6. Kandungan Minyak
Adanya kandungan minyak pada air akan menghalangi sinar matahari untuk proses Fotosintesis
7. Kandungan Logam Berat
Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia.
8. Kandunan Bahan Radioaktif
Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar, baik efek langsung maupun efek tertunda.

C. Cara Mencegah Pencemaran Air
  1. Tidak membuang sampah organik maupun an organik ke air.
  2. Memakai deterjen yang ramah lingkungan.
  3. Tidak membuang limbah industri atau rumah tangga langsung   ke air,melainkan dibuat dulu bak – bak penampungan.
  4. Tidak memakai racun atau listrik untuk menangkap ikan.
  5. Memakai pupuk dan insektisida tepat guna dan tepat dosis.


 





  
 

Selasa, 15 Desember 2015

PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN HIDUP

A. Pendahuluan 

Belakangan ini kita sering lihat berbagai fenomena-fenomena alam yang terjadi di sekitar kita. Fenomena alam tadi tentunya tidak  terlepas dari tingkat lingkungan alam sekitar kita, bagaimana kondisi alam sekitar kita tentunya mempengaruhi kejadian-kejadian alam yang terjadi. Perlu kesadaran juga tindakan nyata dari kita sebagai upaya untuk menjaga kestabilan lingkungan hidup. Dahulu kita berpedoman bahwa segala macam sumber daya bumi ini dapat kita pergunakan dengan sebayak-banyaknya demi kehidupan manusia, namun seiring perkembangan jaman pemanfaatan sumber daya alam tadi berubah menjadi eksploitasi alam yang mana tidak memperdulikan kelangsungan hidup manusia kedepan, juga tidak memikirkan berbagai dampak lingkungan yang akan terjadi di masa depan.

B. Limbah

Limbah merupakan hasil sisa buangan dari kegiatan manusia. Sedikit ataupun banyaknya jumlah limbah berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Semakin banyak kegiatan manusia untuk menggunakan sumber daya alam pun mempengaruhi semakin banyaknya limbah yang dihasilkan. Proses pemanfaatan kembali limbah bila masih layak untuk digunakan  merupakan upaya untuk mengurangi jumlah limbah, namun biasanya pemanfaatan limbah memerlukan suatu proses daur ulang untuk menghasilkan suatu produk baru yang dapat dipergunakan. Proses daur ulang merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jumlah limbah yang tidak terpakai. Secara umum, limbah hasil dari kegiatan manusia menurut wujudnya ada yang berupa limbah padat, limbah cair, serta limbah gas. Menurut proses penguraiannya, limbah dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

  • Degradable Waste, yaitu limbah yang dapat terurai secara alami melalui proses pembusukan bakteri/jamur. (sampah sayur/buah, dedaunan dan sisa makanan).
  • Non Degradable Waste, yaitu limbah yang sulit untuk diuraikan lagi secara alami. Biasanya limbah jenis ini yang dijadikan bahan untuk daur ulang. (botol minuman bekas, sampah steerofoam, kaleng minuman, sampah potongan besi, sampah kaca).
Limbah, menurut sifatnya dibedakan menjadi 5 macam yaitu:
1. Limbah Korosif
Limbah korosif adalah limbah yang dapat menyebabkan iritasi bila mengenai kulit dan dapat menyebabkan karat bila mengenai logam. Limbah korosif memiliki kadar PH dalam air yang tidak boleh kurang dari 2 untuk limbah berjenis asam, serta untuk limbah berjenis basa tidak boleh melebihi 12,5. Limbah korosif  ini sering kita temui dalam keseharian, contohnya:
  • Produk pembersih rumah (pembersih lantai, pemutih pakaian dan detergen pencuci).
  • Produk pemeliharaan rumah (cat tembok dan thineer).
  • Produk pestisida (insektisida, racun tikus dan kamper pengharum).
  • Produk otomotif (bahan bakar, oli kendaraan, air pengisi accu dan obat pembersih kendaraan).
  • Produk kosmetik (kecantikan).
2. Limbah Beracun
Limbah ini mengandung unsur kimia yang berbahaya (beracun) yang apabila tercampur dengan lingkungan sekitarnya akan mengganggu kelangsungan makhluk hidup di sekitarnya pula. Bahkan dampak terburuknya akan berakibat kematian dan pengrusakan. Negara-negara di Eropa sangatlah konsen terhadap lingkungan hidup disana, mereka menerapkan standard yang sangat tinggi untuk limbah yang akan dibuang. Beberapa metode dalam meminimalisir limbah beracun, diantaranya:
  • Proses secara kimia (redoks, netralisasi, pengendapan, adsopsi dan penukaran ion).
  • Proses secara fisika (penetralisiran gas & cairan dan metode kristalisasi).
  • Proses stabilisas/solidifikasi menggunakan metode dengan cara membatasi daya larut, daya sebar, serta efek dari limbah tersebut sebelum dibuang.
  • Proses insinerasi menggunakan metode dengan membakar materi limbah tersebut menggunakan alat insinerator dengan efisisensi pembakaran 99,9%. Misalkan, bobot limbah yang akan dibakar 100kg, maka abu sisa dari pembakaran limbah 0,01kg/1gram.
3. Limbah Reaktif
Limbah ini memiliki sifat mudah bereaksi dengan oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan. Limbah yang apabila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakan, menghasilkan gas, uap, atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Limbah sianida, sulfida, atau amonia yang pada kondisi PH antara 2 dan 12,5 dapat menghasilkan gas, uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Limbah yang mudah meledak atau bereaksi pada suhu dengan tekanan standar (25 0 C, 760mmHg). Limbah ini juga dapat menyebabkan kebakaran karena melepas atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
4. Limbah Mudah Meledak
Limbah ini berbahaya selama penanganannya baik pada saat pengangkutannya maupun saat pembuangannya, karena limbah jenis ini dapat menimbulkan rekasi hebat dan dapat melukai manusia serta dapat merusak lingkungan. Limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan cepat, suhu dan tekanan yang tinggi yang mampu merusak lingkungan sekitarnya, contohnya:
  • Limbah dari pabrik senjata yang menghasilkan bahan eksplosif (bahan yang mudah terbakar).
  • Limbah kimia khusus dari laboratorium seperti asam prikat (picric acid).
5. Limbah Mudah Terbakar/Menyala (Flammable Waste)
Limbah ini berbahaya apabila terjadi kontak dengan buangan (gas) yang panas dari kendaraan, rokok atau sumber api lain karena dapat menimbulkan kebakaran yang tidak terkendalikan baik didalam kendaraan pengangkut maupun dilokasi penanaman limbah (landfill). Limbah ini apabila didekatkan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala/terbakar dan apabila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu yang lama, contohnya:
  • Pelarut seperti benzena, toluena atau aseton. Limbah-limbah ini berasal dari pabrik cat, pabrik tinta dan kegiatan lain yang menggunakan pelarut tersebut; antara lain pembersihan metal dari lemak/minyak, serta laboratorium kimia.
C. Proses Daur Ulang
Limbah dapat dikurangi dengan cara pemanfaatan ulang dan mendaur ulang limbah. Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan menjadi produk lain. Sehingga dapat meminimalisir baik jumlah maupun dampak dari limbah yang dikeluarkan dan menghasilkan suatu produk baru yang bermanfaat, contohnya proses daur ulang sampah plastik. Proses daur ulang limbah memiliki tujuan, yaitu:
  • Mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat dari banyaknya jumlah limbah yang tidak dapat terpakai lagi.
  • Mengurangi penggunaan bahan baku, sehingga mengefisiensikan penggunaan sumber daya yang belum terpakai.
  • Mengurangi polusi serta mencegah pengerusakan lahan.
  • Mencegah terjadinya efek rumah kaca akibat dari penggunaan sumber daya yang baru.
  • Menghasilkan pendapatan dari produk daur ulang.