Senin, 19 Oktober 2015

SISTEM PERIODIK UNSUR



SISTEM PERIODIK UNSUR

Perkembangan Sistem Periodik Unsur

1.       TRIADE DOBEREINER
Unsur-unsur dikelompokan berdasarkan    kemiripan sifat-sifatnya. Tiap kelompok beranggotakan tiga unsur, sehingga disebut Triade. Di dalam Triade, unsur kedua mempunyai sifat-sifat yang berada diantara unsur pertama dan ketiga.

2.       HUKUM OKTAF DARI NEWLAND
Ditemukan oleh John Newland (Inggris).Unsur-unsur dikelompokan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar). Sifat unsur ke-8 mirip dengan sifat unsur ke-1 karena terjadi pengulangan sifat setiap unsur ke-8 maka disebut Hukum Oktaf.
Hukum Oktaf
H
Li
Be
B
C
N
O
F
Na
Mg
Al
Si
P
S
CI
K
Ca
Cr
Ti
Mn
Fe

3.       SISTEM PERIODIK PENDEK MENDELEYEF
Dua ahli kimia, Lothar Mayer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleyef (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari dari Newlands, melakukan pergolongan unsur. Lothar Mayer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangakan Mendeleyef lebih mengutamakan kenaikan massa atom. Artinya jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.

4.       SISTEM PERIODIK PANJANG/MODERN MOSELEY
Dikemukakan oleh Henry Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya. Artinya: sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar).

 Sistem Periodik Modern/Panjang (Moseley)

Sistem Periodik tersusun dari:
       Jalur-jalur vertikal (baris), unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak disebut Golongan.
       Jalur-jalur horizontal (kolom), unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya disebut Periode.

1.       Golongan
       Sistem Periodik terdiri atas 18 kolom vertikal.
       Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.
       Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik.
                Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi 

Ada 2 cara penamaan golongan:
       Sistem 8 Golongan
GOLONGAN UTAMA (A)
NAMA
GOLONGAN TRANSISI (B)
I A
Golongan Alkali
I B
II A
Golongan Alkali Tanah
II B
III A
Golongan Boron
III B
IV A
Golongan Karbon
IV B
V A
Golongan Nitrogen
V B
VI A
Golongan Oksigen
VI B
VII A
Golongan Hologen
VII B
VIII A
Golongan Gas Mulia
VIII B

  •  Sistem 18 Golongan , yaitu Golongan 1 - 18

2.       Periode
       Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel Periodik.
       SPU modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah/banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut.
       Jadi, Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom.

A.              Hubungan Konfigurasi Elektron dengan SPU
Nomor periode sama dengan jumlah kulit. Nomor golongan sama dengan jumlah elektron valensi (khusus golongan utama). Letak unsur dalam sistem periodik dapat ditentukan berdasarkan konfigurasi elektronnya, atau sebaliknya, konfigurasi elektron dapat ditentukan berdasarkan letak unsur dalam sistem periodik.
                Hubungan Konfigurasi Elektron dengan SPU       
UNSUR
KONFIGURASI ELEKTRON
PERIODE
GOLONGAN
A
2 8 4
3
IV A
X
2 8 8 1
4
I A
Q
2 8 18 7
5
VII A

B.              Sifat Periodik Unsur
       Sifat Periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode atau dari kiri ke kanan dalam satu golongan.

C.                  Jari-Jari Atom
       Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya. Jadi dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.
       Dalam satu periode (dari kiri kekanan) nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambah muatan inti, sedangkan jumlah elektronnya tetap sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom. Jadi dalam satu periode (dari kiri ke kanan) jari-jari atomnya semakinkecil.
 
D.             Energi Ionisasi
       Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari suatu atom disebut energi ionisasi.
       Unsur-unsur yang segolongan, energi ionisasi makin ke bawah makin kecil karena gaya tarik inti makin melemah.
       Unsur-unsur yang seperiode, energi ionisasi pada umumnya makin ke kanan makin besar karena makin ke kanan gaya tarik inti makin kuat.
 
E.              Afinitas Elektron
       Energi yang dibebaskan atau yang diserap apabila suatu atom menerima elektron disebut afinitas elektron.
       Dalam satu periode dari kiri ke kanan, jari-jari semakin kecil dan gaya tarik inti terhadap elektron semakin besar. Maka afinitas elektron semakin besar.
       Dalam satu golongan dari atas ke bawah, jari-jari makin besar sehingga gaya tarik inti terhadap elektron makin kecil. Maka afinitas elektron semakin kecil. 
F.               Elektronegatifitas
       Kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lainnya disebut elektronegatifitas.
       Faktor yang mempengaruhi elektronegatifitas adalah gaya tarik dari inti terhadap elektron dan jari-jari atom.
       Unsur-unsur yang segolongan,  keelektronegatifan makin bawah ke makin kecil, karena gaya tarik menarik inti makin melemah.
       Unsur-unsur yang seperiode, keelektronegatifan makin ke kanan makin besar.
 
Kesimpulan
       Dalam satu golongan dari atas ke bawah
                1. Afinitas Elektron semakin kecil.
                2. Jari-jari atom semakin besar.
                3. Energi Ionisasi semakin kecil.
                4. Elektronegatifitas semakin kecil.
       Dalam satu periode dari kiri ke kanan
                1. Jari-jari atom semakin kecil.
                2. Afinitas Elektron semakin besar.
                3. Energi Ionisasi semakin besar.
                4. Elektronegatifitas semakin besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar